Pusat Studi Linkungan Ubaya

Riset

Detail Penelitian

Publikasi: Seminar Nasional dan Konferensi BKPSL ke XIX, Manado, 6-8 Agustus 2008
Peneliti: Maria Prihandrijanti
Detail Penelitian:
Pencemaran lingkungan yang terjadi di daerah DAS (Daerah Aliran Sungai) dan pesisir perlu mendapat perhatian yang lebih besar. Ribuan meter kubik sampah yang berasal dari rumah tangga (sampah domestik) masuk ke laut setiap harinya. Selain sampah, masih ada limbah domestik dari kegiatan mandi, cuci, dan kakus (MCK) yang dibuang langsung ke badan sungai dan terbawa hingga ke laut. Tumpukan sampah dan limbah domestik yang terakumulasi ini menyebabkan terjadinya eutrofikasi (penyuburan berlebihan pada laut akibat pengkayaan nutrien), contohnya di Teluk Jakarta. Akibat lanjutannya, fitoplankton berkembang biak dengan cepat dan membunuh organisme lain di sekitarnya. Bahkan sebenarnya sebagian besar pencemaran di sungai dan laut bersumber dari limbah domestik, termasuk sampah.
Selama ini pengelolaan sanitasi di Indonesia masih sangat kurang mendapat perhatian, termasuk dampaknya terhadap pencemaran lingkungan di DAS & pesisir. Konsep pengelolaan sanitasi perlu ditinjau ulang karena solusi yang ada selama ini justru banyak menyumbang pada berbagai masalah, antara lain pencemaran air, kelangkaan air bersih, menurunnya ketahanan pangan dan hilangnya kesuburan tanah. Paper ini akan membahas tentang suatu pendekatan baru untuk mengelola ekskreta manusia dengan tujuan untuk pemanfaatan kembali nutrien di bidang pertanian dan mengurangi pencemaran lingkungan di daerah DAS dan pesisir.
Kata kunci: sanitasi, ekskreta manusia, pemanfaatan kembali nutrien