Pusat Studi Linkungan Ubaya

Riset

Detail Penelitian

Publikasi: Seminar Nasional Kimia IX 2009 Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang, Malang 2 Agustus 2009
Peneliti: Tuani Lidiawati S
Detail Penelitian:
Fitoremediasi merupakan salah satu teknologi bioremediasi yang menggunakan tanaman untuk mengolah limbah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas fitoremediasi dalam mengolah air limbah cuci pakaian. Digunakan dua tanaman yaitu Kiambang (Salvinia molesta) dan Eceng gondok (Eichhornia crassipes) dalam suatu reaktor Hydroponic Surface Flow Constructed Wetland dengan kedalaman 60 cm. Kerapatan tanaman yang digunakan adalah Kiambang 70 mg/cm2 (panjang akar 5-10 cm) dan Eceng gondok 120 mg/cm2 (panjang akar 10-25 cm), bak penelitian yang digunakan memiliki diameter 50 cm sehingga berat total tanaman adalah Kiambang 137,83 gram dan Eceng gondok 233,81 gram. Kontrol dibuat dengan menanam tanaman-tanaman tersebut pada air bersih. Pengambilan sampel dilakukan setiap hari pada kedalaman 60 cm, 50 cm, 40 cm, 30 cm, 20 cm, 10 cm dan 0 cm selama lima hari. Limbah yang digunakan adalah limbah asli berasal dari usaha laundry sekitar Universitas Surabaya, parameter yang dianalisa adalah konsentrasi LAS (Linear Alkylbenzene Sulfonat) dimana konsentrasi awal LAS adalah 11,838 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kiambang dapat menurunkan konsentrasi LAS limbah cuci pakaian sebesar 9,1% - 54,37% sedangkan Eceng gondok 8,9% - 73,2%. Berat tanaman ditimbang sebelum dan setelah pengolahan, didapatkan bahwa setelah 5 hari terjadi pertambahan berat tanaman baik Kiambang maupun Eceng gondok. Berat Kiambang bertambah menjadi 182,23 gram, sedangkan Eceng gondok menjadi 274,55 gram. Pada kontrol juga terjadi pertambahan berat tanaman tetapi tidak sebesar pada bak berisi air limbah yaitu berat Kiambang menjadi 161,36 gram dan berat Eceng gondok menjadi 260,94 gram. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa metode fitoremediasi (menggunakan Kiambang dan Eceng gondok) cukup efektif untuk mengolah air limbah cuci pakaian.
Kata kunci: Fitoremediasi, Kiambang, Eceng Gondok, LAS