Pusat Studi Linkungan Ubaya

Riset

Detail Penelitian

Publikasi: Water Research 42 (2008) 211-219
Peneliti: Jan Willem Foppen, Yunus Fransiscus, Jack Schijven
Detail Penelitian:
Meskipun bakteri coliform telah dipakai secara umum sebagai indikator kontaminasi patogen, parameter yang berpengaruh pada proses transport Escherichia coli di kondisi subsurface masih belum banyak diketahui. Untuk menginvestigasi efek organik karbon terlarut pada proses pelekatan E.coli di media berlapis mineral dalam kondisi jenuh, serangkaian percobaan kolom adsorpsi telah dilakukan dengan dan tanpa asam humus di larutan garam, baik monovalensi maupun divalensi. Untuk mengetahu karakteristik sorpsi asam humus dan E.coli, pH larutan di influen dan efluen; konsentrasi kation dan besarnya zeta potential partikel telah diukur. Kurva breakthrough larutan E.coli setelah dibilas dengan asam humus berselisih 80 kali lebih tinggi dibandingkan kurva pada kolom tanpa asam humus. Tetapi perbedaan ini tidak konstan, waktu sangat berpengaruh pada proses pelekatan E.coli pada permukaan kolektor, hal yang sama juga diamati pada variabel komposisi kimia pada larutan E.coli. Lebih rendahnya level removal, disebabkan karena asam humus menutupi permukaan kolektor. Sementara itu penurunan level removal pada larutan CaCl2 dimungkinkan terjadi karena mekanisme penutupan (blocking) situs aktif antara asam humus dan ion Ca2+. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pada kondisi dimana ada asam humus, konsep keheterogenan geokimia (geochemical heterogeneity) untuk menjelaskan mekanisme sorpsi biokoloid memiliki keterbatasan.

Kata kunci : Escherichia coli, transport bakteria, media pori jenuh, pelekatan/sorpsi