Pusat Studi Linkungan Ubaya

Riset

Detail Penelitian

Publikasi: Jurnal Purifikasi 8:2 (2007)103-108
Peneliti: Indrajati Kohar, Yunus Fransiscus, Lilian Lamano, Serly Johan
Detail Penelitian:
Polusi logam berat telah menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia, karena itu telah banyak dipelajari cara yang ramah lingkungan untuk menghilangkan logam berat tersebut. Limbah pertanian merupakan suatu pilihan untuk tujuan ini. Dalam tulisan ini empat macam limbah pertanian telah diteliti kemampuannya untuk menjerap Pb2+ dan Cd2+ dari larutan dengan konsentrasi 1, 2,5 dan 5 mg/L, yaitu jerami padi, jerami ketan, ampas tebu dan karbon aktif dari ampas tebu (sebagai pembanding). Karbon dari ampas tebu menunjukkan kemampuan penjerapan terhadap Cd2+ dan Pb2+ yang lebih baik dari pada ketiga adsorben lainnya. Kemampuan penjerapan untuk Pb2+: jerami padi ∞ jerami ketan > ampas tebu, sedangkan untuk Cd2+: ketiganya tidak berbeda nyata. Tetapi kemampuan penjerapan dari ketiga penjerap tersebut tidak kalah jauh dari karbon aktif yang harganya jauh lebih mahal. Semakin tinggi konsentrasi awal dari larutan Cd2+ dan Pb2+, semakin rendah % logam teradsorpsi, meskipun mg logam teradsorpsi/g adsorben semakin meningkat.
Kata kunci: limbah pertanian, logam berat, penjerapan, polusi air