Pusat Studi Linkungan Ubaya

Riset

Detail Penelitian

Publikasi: Proceeding of IWA “Advanced Sanitation”, Aachen- Germany, March 2007 & Journal Water Science & Technology 56:5 (2007) 141-148
Peneliti: Almy Malisie2, Maria Prihandrijanti1, Ralf Otterpohl2
Detail Penelitian:
Ekskreta manusia (feses dan urin) hanya menyumbang sejumlah kecil volume air limbah rumah tangga, tapi merupakan penyebab utama pencemaran air. Di sisi lain, ekskreta mengandung nutrien yang sangat bernilai untuk dipakai kembali sebagai pupuk antropogenik (berasal dari manusia) melalui proses pengumpulan, pengolahan dan higienisasi yang baik. Untuk mengetahui potensi pemulihan nutrien dan penggunaan kembalinya di Indonesia, sebuah sistem pengolahan air limbah domestik skala pilot yang memisahkan dari sumbernya telah dibangun di Surabaya dan telah menunjukkan hasil yang menjanjikan sejauh ini. Dengan menggunakan kloset yang memisahkan urin, sampai 86% Nitrogen, 21% Fosfor dan 69% Kalium dari urin dan 12% Nitrogen, 68% Fosfor dan 20% Kalium dapat dipulihkan dari materi fekal. Urin yang dipisahkan disimpan selama 6 bulan sebelum dipakai sebagai pupuk untuk alasan higienis, sementara materi fekal yang dipisahkan dikomposkan dengan cacing (vermicomposting). Untuk meneliti efek pemupukan, suatu percobaan penananam dilakukan menggunakan tanaman baby rose yang diberi pupuk yang berbeda selama dua bulan.