Pusat Studi Linkungan Ubaya

Riset

Detail Penelitian

Publikasi: Seminar Nasional Teknik Kimia Indonesia 2009, Bandung 19 - 20 Oktober 2009
Peneliti: Maria Prihandrijanti, Tuani Lidiawati S, Eric Indrawan, Hamfrey Winanda, dan Hengky Gunawan
Detail Penelitian:
Dalam penelitian ini dilakukan uji kemampuan enceng gondok (Eichhornia crassipes) dan kiambang (Salvinia natans) dalam proses fitoremediasi untuk menurunkan konsentrasi bahan pencemar di dalam limbah asli, khususnya untuk limbah rumah makan, laundry, dan pabrik tekstil. Kedua jenis tanaman ini merupakan gulma air yang mulai banyak digunakan dalam proses fitoremediasi. Parameter yang diuji dalam penelitian ini adalah minyak dan lemak untuk limbah rumah makan, LAS (Linear Alkylbenzene Sulphonate) untuk limbah laundry, dan krom total untuk limbah tekstil. Kerapatan (densitas) tanaman yang digunakan adalah kiambang 40 mg/cm2, 50 mg/cm2 dan 60 mg/cm2 sedangkan enceng gondok 80 mg/cm2 dan 100 mg/cm2. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa peningkatan kerapatan tanaman semakin meningkatkan prosentase penurunan konsentrasi parameter yang dianalisa. Prosentase penurunan tertinggi terjadi pada kerapatan Kiambang 60 mg/cm2 dan kerapatan Eceng gondok 100 mg/cm2. Kedua tanaman memiliki potensi besar untuk digunakan dalam menurunkan konsentrasi bahan pencemar di ketiga jenis limbah tersebut.
Kata kunci: fitoremediasi, Linear Alkylbenzene Sulphonate, kerapatan tanaman