Pusat Studi Linkungan Ubaya

Detail Berita

Pelatihan Pengolahan Sampah Organik di Desa Duyung,Mojokerto

Rabu, 25 Juli 2018

Permasalahan sampah tidak hanya terjadi di perkotaan saja. Saat ini di desapun  mulai mengalami masalah terkait pengelolaan sampah yang dihasilkan warga. Salah satu desa yang juga menghadapi masalah sampah adalah desa Duyung. Desa Duyung sudah memiliki Bank Sampah tetapi masih sedikit warga yang menjadi nasabah bank sampah. Masyarakat desa Duyung  juga belum  melakukan pemilahan sampah secara maksimal, belum mengolah sampah organik, dan belum  memanfaatkan sampah anorganiknya. Warga masih mengumpulkan sampah jenis tertentu  saja untuk ditukar dengan bumbu dapur sementara untuk sampah organik dibuang di sekitarnya. Desa Duyung terdiri dari dua dusun yaitu dusun Bantal dan dusun Duyung. Di dusun Bantal sudah dilakukan pengangkutan sampah dari rumah ke rumah tetapi di dusun Duyung masih belum ada. Tanggal 19 Juli 2018, PSL memberikan pelatihan  pengolahan sampah organik kepada warga dusun Duyung. Pelatihan  ini bertujuan memberikan pengetahuan  kepada warga tentang alternatif pengolahan sampah organik menjadi pupuk padat dan cair. Pelatihan meliputi penggunaan  komposter aerobik skala komunal dan  komposter anaerobik skala rumah tangga untuk mengolah sampah organik. Komposter komunal akan menghasilkan pupuk  padat sedangkan komposter anaerobik skala rumah tangga menghasilkan pupuk padat dan cair. Pengolahan sampah  secara anaerobik lainnya yang juga dilatihkan adalah pembuatan pupuk cair dengan penambahan aktivator yang terbuat dari kertas. Kertas yang sudah dihancurkan difermentasi terlebih dahulu setelah dicampur dengan EM4 dan air. Melalui pelatihan ini diharapkan terjadi peningkatan  kepedulian warga terhadap sampah yang dihasilkan baik sampah organik maupun anorganik.

Download Pelatihan_Pengolahan_Sampah_Organik_di_Desa_Duyung_Mojokerto.pdf