Pusat Studi Linkungan Ubaya

Detail Berita

Target Pembangunan Berkelanjutan, Program POST 2015

Rabu, 26 Maret 2014

Tahun 2015 akan menjadi tahun yang sangat penting sebagai batas akhir upaya pencapaian Target Pembangunan Millenium (Millenium Development Goals/MDGs) yang telah dicanangkan oleh United Nations. MDGs telah diadopsi oleh banyak negara sebagai bagian penting dalam mengupayakan bumi sebagai tempat tinggal yang makin baik. Faktanya dalam penerapannya, masih banyak Negara yang belum mampu mencapai target yang dicanangkan. Indonesia sendiri, berusaha sangat keras untuk mempercepat proses pencapaian target di 8 area yang telah ditetapkan agar dalam 2 tahun terakhir ada sebuah peningkatan yang signifikan.

Terlepas dari kondisi akhir yang akan dicapai pada tahun 2015, pertanyaan yang lebih mendesak untuk dijawab adalah, “upaya apa yang harus dilakukan selepas MDGs ?”. United Nations telah mulai mendiskusikan upaya kelanjutan tersebut baik melalui High Pannel Meeting maupun melalui Open Working Group. Dari serangkaian diskusi yang telah dilakukan, telah ditetapkan 19 fokus area untuk program Post 2015 yaitu kemiskinan, keamanan pangan dan nutrisi, kesehatan dan dinamika populasi, pendidikan, kesetaraan gender dan peningkatan peranan wanita, air dan sanitasi, energi, pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, infrastruktur, peluang kerja, kesetaraan pertumbuhan, kota yang berkelanjutan dan tempat tinggal manusia, konsumsi dan produksi yang berkelanjutan, iklim, sumber daya laut dan samudera, biodiversitas ekosistem, penerapan terintegrasi, kehidupan bermasyarakat yang damai dan institusi yang kompeten.

Sebagai bagian dari rangkaian pembahasan yang terintegrasi untuk mendukung upaya perumusan program Post 2015, pada tanggal 11 – 13 Maret 2014, Pusat Studi Lingkungan Universitas Surabaya diundang untuk bergabung dalam International Expert Workshop on Sustainable Development (addressing nexus issue in urbanization era) di Jakarta. Pada pertemuan ini, fokus diskusi mengambil topik urbanisasi, tentang eksistensi kota yang berkelanjutan. Area perkotaan disepakati menjadi titik perhatian yang penting, karena bisa dikatakan di kotalah terjadi penumpukan permasalahan yang telah diidentifikasi dalam 19 fokus area. Identifikasi permasalahan kota dilakukan dengan mempertimbangkan latar belakang seluruh peserta yang datang dari berbagai karakteristik kota di beberapa Negara. Pada forum yang juga diikuti perwakilan dari Asian Development Bank (ADB), Research Institute for Human and Nature (RIHN), Tokyo Tech, JICA, OECD, Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs, Institute of Global Environmental Studies (IGES), Lund University, United Nation University (UNU), Wahana Visi Indonesia dan PAM Jaya Jakarta, dilakukan kunjungan ke daerah – daerah marjinal di Jakarta untuk melihat kompleksitas permasalahan yang dihadapi oleh area urban (perkotaan).

Pusat Studi Lingkungan Universitas Surabaya bekerjasama dengan Tokyo Tech, Abe Research Group dalam Project on Sustainability Transformation Beyond 2015.

Download Target_Pembangunan_Berkelanjutan__Program_POST_2015.pdf