Pusat Studi Linkungan Ubaya

Detail Berita

Becoming a Young Sociopreneurship, Why Not ?

Rabu, 1 Mei 2013

Generasi muda memiliki banyak pilihan untuk menjalani hidupnya. Kecenderungan yang terjadi sekarang, banyak anak – anak muda salah mengambil pilihan, yaitu lebih banyak menghabiskan waktu dan upaya mereka untuk hal – hal yang sifatnya non – produktif dan cenderung egosentris. Seminar “Becoming A Young Sociopreneurship, Why Not ??” yang diselenggarakan oleh d’YoungGREEN (dYG) mencoba memberikan alternatif pilihan yang bisa ditempuh oleh para generasi muda.

Bertempat di Gedung Serbaguna Fakultas Bisnis dan Ekonomika, seminar yang diadakan pada tanggal 27 April 2013 ini menghadirkan 2 pembicara, yaitu Mustafa Hayat (Jakarta) dan Saptuari Sugiharto (Yogyakarta). Pada sesi pertama Mustafa Hayat, menjelaskan tentang bagaimana sampah dapat menjadi sumber penghidupan dan sarana penggerak komunitas yang efektif dan positif. Dalam paparannya, Mustafa menjelaskan upaya yang telah dia lakukan untuk mengajak generasi muda di Kampung Ancol yang tadinya tidak memiliki mata pencaharian yang jelas dan cenderung terjebak dalam dunia kriminalitas – berubah menjadi tenaga kerja efektif di pengelolaan sampah masyarakat dan Pantai Ancol. Saat ini yayasan yang dia pimpin (Ancol Sayang Lingkungan) telah banyak membantu perusahaan – perusahaan besar dalam mengelola program lingkungannya. Sementara itu, pada sesi kedua, Saptuari Sugiharto yang merupakan pemenang kedua lomba Wirausaha Muda Bank Mandiri dan pemilik Kedai Digital , menjelaskan langkah – langkah efektif yang dapat ditempuh generasi muda untuk dapat menjadi wirausaha sukses. Yang tak kalah menarik, Saptuari juga menjelaskan bahwa kesuksesan tidak berakhir hanya pada material saja, namun bagaimana kita bisa berbagi – menolong sesama kita. Beliau memberikan gambaran apa yang sudah dilakukan oleh komunitasnya, melalui kelompok Sedekah Rombongan, terhadap masyarakat yang membutuhkan tanpa membedakan latar belakang.

dYG memiliki misi untuk mengajak anak – anak muda meningkatkan perannya bagi masyarakat di sekitarnya. Menjadi sociopreneurship dapat dilakukan mulai dini, mengingat potensi dan kondisi banyak orang yang masih membutuhkan. Aspek lingkungan bisa menjadi pintu masuk untuk menjalankan peranan signifikan ini, mengingat tidak semua orang memiliki akses yang sama untuk mendapatkan/menikmati kualitas lingkungan yang baik.

Download Becoming_a_Young_Sociopreneurship__Why_Not___.pdf