Pusat Studi Linkungan Ubaya

Detail Berita

Universitas Surabaya Berpredikat GREEN CAMPUS

Rabu, 1 Agustus 2012

PSL UBAYA:

Pada hari Selasa tanggal 10 Juli 2012, bertempat di Hotel Indonesia Kempinski – Jakarta, Universitas Surabaya yang diwakili langsung oleh Rektor, Prof. Ir. Joniarto Parung, PhD, menerima penghargaan Green Campus yang diserahkan oleh Menteri Kehutanan RI, Zulkifli Hasan. Predikat Green Campus diberikan sebagai bagian dari program Indonesia Green Awards yang diselenggarakan setiap tahun oleh Majalah Bisnis & CSR Indonesia, The La Tofi School of CSR, Kementerian Kehutanan dan Kementerian Perindustrian.

Capaian ini merupakan buah komitmen Universitas Surabaya (UBAYA) untuk merespon dan menjadikan isu lingkungan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari aktivitas perkembangan di kampus. Komitmen tersebut dituangkan dalam bentuk program pengembangan yang dapat dibedakan menjadi 2 bagian , yaitu program fisik dan program non fisik. Program fisik merefleksikan upaya pengembangan sarana fasilitas kampus yang tetap mengutamakan pertimbangan ekologi. Saat ini UBAYA memiliki 3 kampus yang terletak di 2 lokasi. Dua kampus berada di Surabaya, dengan total luas lahan adalah sebesar 14 hektar, sementara satu kampus di Trawas dengan luasan 40 hektar. Kampus yang terletak di Surabaya adalah kampus utama, tempat kegiatan belajar mengajar dilaksanakan. Dari total 14 hektar, luasan yang didedikasikan untuk lahan hijau adalah sebesar 3,6 hektar atau 25,7% dari luasan total. Sementara itu, kampus di Trawas adalah kampus yang ditujukan untuk Integrated Outdoor Training (IOC) – kampus ini didesain sedemikian rupa dengan konsep ekologi. Sebagai pusat pembelajaran berbasis alam, kampus III Trawas dilengkapi dengan beberapa fasilitas pengelolaan lingkungan, diantaranya adalah solar panel system untuk pencahayaan di area danau – sekaligus hal ini menjadi “laboratorium terbuka” bagi pengunjung/mahasiwa yang ingin mempelajari energi surya sebagai salah satu energi terbarukan yang potensial. Sistem sanitasi yang dibangun mayoritas merupakan sistem ecological sanitation yang memisahkan antara faeces dan urine, untuk kemudian dimanfaatkan kembali sebagai pupuk (pupuk kompos dan pupuk cair). Sementara itu limbah cair dari aktivitas dapur, dikoleksi di tempat penampungan untuk kemudian diolah dengan pendekatan fitoremediasi, memanfaatkan tanaman untuk menyerap nutrien berlebih di air buangan tersebut. Dengan fasilitas tersebut, pengunjung/mahasiswa dapat belajar siklus nutrisi yang dapat dimanfaatkan untuk upaya mereduksi dampak negatif dari polutan/limbah/sampah sekaligus untuk menumbuhkan tanaman atau akuakultur. Upaya konservasi air juga dilakukan dengan konsep rainwater harvesting, dimana air hujan dikumpulkan di danau untuk kemudian dimanfaatkan.

Program yang bersifat non – fisik, adalah upaya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup berwawasan lingkungan. Pada level kampus, mahasiswa adalah subyek utama yang sangat signifikan perannya. Hal ini bukan hanya karena jumlah mereka yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan dosen dan karyawan, namun juga karena mereka adalah generasi muda yang pengaruhnya sangat mudah menyebar dan perannya lebih bersifat jangka panjang.

Sejak awal tahun 2000, UBAYA telah memasukkan mata kuliah yang berhubungan dengan lingkungan di hampir semua jurusan/program studinya. Mata kuliah ini dikemas sedemikian rupa sesuai dengan latar belakang keilmuan di masing – masing jurusan/program studi. Melalui mata kuliah – mata kuliah tersebut, ketertarikan mahasiswa terhadap isu – isu lingkungan semakin meningkat. Hal ini nampak dari aktivitas – aktivitas penelitian dan kegiatan ilmiah lainnya yang berhubungan dengan aspek lingkungan. Keseriusan mahasiswa UBAYA di bidang ini mencapai pencapaian yang sangat membanggakan ketika pada tahun 2010, menerima penghargaan Emil Salim Award di program Climate Smart Leaders. Pencapaian ini menjadi momentum penting bagi kegerakan lingkungan di lingkungan mahasiswa UBAYA. Sebagai respon atas penghargaan tersebut, para mahasiswa peminat isu lingkungan membentuk klub yang dinamai d’YoungGREEN (dYG). Klub yang diresmikan pada bulan April 2011 ini secara aktif telah menjadi critical mass yang memiliki serangkaian program bukan hanya untuk kalangan internal di UBAYA namun juga melakukan outreach dengan target membantu masyarakat dalam mengelola lingkungan dan mengajak generasi muda untuk memiliki hidup berwawasan lingkungan.

Bersama PSL, dYG melakukan pendampingan untuk kelompok ibu – ibu di area Tropodo , Sidoarjo. Pendampingan yang dilakukan meliputi upaya membuat kompos dari sampah rumah tangga, hal ini menjadi strategis mengingat di area tersebut pengumpulan sampah oleh pemerintah kota tidak dilakukan secara kontinu dan sebagian dari komunitas ibu – ibu tersebut keberatan untuk membayar retribusi. Kegiatan ini berkembang dimana kreatifitas ibu – ibu tersebut diarahkan untuk membuat souvenir (dompet, tas, dan sebagainya) dari sampah an-organik yang ada. Saat ini pelatihan untuk ibu – ibu masih berlangsung, dengan target agar mereka dapat mengembangkan pola hidup yang menyeimbangkan aspek ekonomi, ekologi dan sosial. Selain aktivitas pendampingan ini, serangkaian program untuk anak muda juga telah dilakukan oleh dYG, diantaranya adalah seminar dan workshop untuk anak – anak SMA tentang Kesadaran Lingkungan, Pembuatan Kompos dan Teknik Akuakultur. Untuk internal mahasiswa UBAYA, dYG secara aktif melakukan kegiatan diskusi tentang isu – isu lingkungan terkini. Selain itu program EcoLeaders, sarana untuk melatih calon pemimpin muda berwawasan lingkungan, telah dilaksanakan dengan harapan akan selalu lahir pemimpin atau figur sukses dari alumnus UBAYA yang mengedepankan konsep ekologi.

Penerapan program – program lingkungan di kampus Ubaya masih berada pada tahap awal yang akan terus dikembangkan. Capaian yang telah diraih sampai hari ini merupakan pijakan yang memperkuat lompatan kreativitas lain di kemudian hari. Semangat untuk hidup berwawasan lingkungan menjadi prioritas bagi civitas akademika di Ubaya, yang diharapkan adalah ketika konsep ini dapat dimulai di kampus dengan baik maka dampaknya akan meluas secara eksponensial. Bagi para mahasiswa, setelah mereka lulus, hal ini menjadi bekal di tempat beraktivitas yang baru – sementara bagi dosen dan karyawan hal ini akan diteruskan sampai pada level keluarga. Dengan demikian apa yang telah dimulai secara lokal di kampus Ubaya, pada jangka panjang akan berdampak global secara signifikan.

Download Universitas_Surabaya_Berpredikat_GREEN_CAMPUS.pdf