Pusat Studi Linkungan Ubaya

Detail Berita

Integrasi Efektif antara Pengelolaan Sampah Organik, Sanitasi, Alternatif Energi dan Peningkatan Potensi Produksi Pangan

Jumat, 20 April 2012

PSL UBAYA:

Perbaikan kualitas tanah adalah isu mendasar yang menjadi perhatian dalam upaya mempertahankan ketahanan pangan. Perubahan fungsi lahan, nutrien defisiensi dan pencemaran menjadi penyebab utama kerusakan kualitas tanah, hal ini berujung kepada ancaman kondisi kesulitan pangan. Untuk mengembalikan kesuburan tanah banyak pihak melakukannya dengan instan yang dampaknya juga berbahaya bagi kondisi lahan tersebut untuk jangka waktu kedepan. Prof. Dr.–Ing. Ralf Otterpohl, Direktur Institute of Wastewater Management and Water Protection di Technical University of Hamburg-Harburg (TUHH - Germany) memaparkan pendekatan yang menarik dalam seminar Terra Preta Sanitation: Integrating Sanitation, Biowaste Management and Agriculture yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Lingkungan pada Kamis, 8 Maret 2012.

Pendiri dan Ketua dari International Water Association (IWA) specialist group 'Resources Oriented Sanitation' ini memaparkan dengan sangat jelas potensi pemanfaatan sampah organik termasuk buangan dari tubuh manusia (ekskreta) sebagai sumber karbon bagi perbaikan kualitas tanah. Terra Preta Sanitation merupakan suatu konsep sanitasi yang mengolah ekskreta dan sampah organik berdasarkan apa yang dilakukan oleh sebuah peradaban kuno di Amazon. Konsep ini adalah suatu sistem sanitasi yang sederhana dan sangat efisien, yang mengintegrasikan sanitasi, pengolahan sampah organik dan pertanian. Melalui konsep ini diharapkan siklus nutrien dapat ditutup dan kesehatan umat manusia serta kelestarian lingkungan juga dapat terjaga. Prof. Otterpohl juga memberikan contoh – contoh penerapan yang sudah dilakukan di Senegal dan Ethiopia, bagaimana sampah – sampah organik dikonversi menjadi bio-charcoal yang dipakai sebagai sumber energi (untuk pembakaran/pemanasan). Hasil samping/sisa dari pembakaran charcoal tersebut kemudian dipakai sebagai media penyubur tanah mengingat kandungan nutriennya yang masih ada. Dengan metode ini upaya perbaikan kualitas tanah tidak perlu dilakukan dengan cara – cara yang justru memberikan resiko negatif bagi tanah tersebut untuk jangka waktu yang panjang. Bahkan secara lebih luas, dengan pendekatan ini isu terkait kerusakan lingkungan, kelangkaan energi dan kesulitan pangan dapat diantisipasi dengan efektif.

Pada sesi tanya jawab, banyak peserta yang mengajukan pertanyaan mengingat potensi besar pemanfaatan teknik tersebut di Negara ini. Seminar yang diikuti oleh berbagai instansi pemerintah yang relevan, institusi akademis dan pemerhati lingkungan ini diakhiri dengan demo pilot scale tungku bakar berbahan bio-charcoal yang didesain oleh Prof. Ottherpohl bersama World Stove Organization.

Download Integrasi_Efektif_antara_Pengelolaan_Sampah_Organik__Sanitasi__Alternatif_Energi_dan_Peningkatan_Potensi_Produksi_Pangan.pdf