Pusat Studi Linkungan Ubaya

Detail Berita

SEMINAR IMPACT OF CURRENT GLOBAL ISSUES TO BUSINESS SECTOR

Rabu, 21 April 2010

PSL UBAYA:

Krisis global memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap sektor perindustrian. Isu lingkungan, khususnya terkait makin langkanya bahan baku/sumber daya alam dan semakin ketatnya peraturan pemerintah serta Isu ekonomi, khususnya terkait dengan melemahnya daya beli dari konsumen karena krisis keuangan yang bertubi mengharuskan produsen (perusahaan) untuk merespon dan mengantisipasinya secara kreatif.
Di seminar yang diselenggarakan pada 24 November 2008 ini, paparan terkait dampak isu global terkini dan strategi yang dapat dikembangkan oleh perusahaan untuk mengantisipasi dampak tersebut disampaikan oleh Prof. Hubert Gijzen (Direktur UNESCO Asia Pacific, Pemerhati dan Peneliti di bidang Lingkungan) dan Drs. Kresnayana Yahya, MSc (Direktur ENCIETY, Pakar Statistika dan Ekonomi Lingkungan). Prof. Gijzen secara spesifik memaparkan kondisi kualitas dan kuantitas air sebagai bahan baku utama dalam kehidupan dan perindustrian, yang sudah tidak sama dengan kondisi pada waktu – waktu sebelumnya. Data rinci terkait dengan kebutuhan air bersih yang semakin meningkat dengan persediaannya yang semakin menurun dipaparkan secara atraktif. Ketersediaan air bersih yang semakin langka akan mempengaruhi proses produksi secara signifikan, karena perusahaan harus melakukan proses pengolahan terlebih dahulu terhadap air baku yang yang kualitasnya semakin menurun. Dan upaya pengadaan air dengan kualitas layak pakai ini pada akhirnya akan mempengaruhi operational cost industri. Di sesi yang lain Drs. Kresnayana Yahya, MSc memaparkan banyak data terkait dengan perusahaan – perusahaan yang sudah memiliki komitmen terhadap lingkungan. Dari data yang diberikan, masih belum banyak perusahaan Indonesia yang memiliki perhatian terhadap isu ini. Padahal, dengan memasukkan isu lingkungan ke dalam programnya, perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang bisa dikuantifikasikan secara ekonomi.
Seminar ini sekaligus merupakan sarana diseminasi bagi para industri peserta program “Improving the living and working conditions of people in and around industrial clusters and zones” yang telah dilaksanakan selama 2 tahun (2007 – 2008) dengan dana dari Uni Eropa. Program yang diikuti oleh 33 industri ini telah memberikan pembelajaran yang sangat bermanfaat dalam lingkup menekan jumlah buangan dan meningkatkan efsiensi produksi. Di seminar ini, 4 perwakilan industri (Surabaya Wire, Varia Usaha Beton, Mitra Saruta Indonesia dan Kawasan Industri Maspion) membagikan pengalaman mereka dalam menekan Non Product Output (NPO) untuk meningkatkan efisiensi produksinya. Apa yang dialami oleh 4 industri ini dan industri peserta program EU yang lain menjadi konfirmasi dari paparan yang disampaikan oleh kedua pembicara utama, yaitu bahwa dengan berbenah diri, berkomitmen terhadap isu lingkungan yang berujung pada peningkatan efisiensi, perusahaan mampu mengantisipasi dampak krisis global yang ada.
Seminar yang dihadiri oleh lebih dari 150 orang dari 50 industri dan perwakilan dari institusi pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat ini diakhiri dengan deklarasi pembentukan PECII (Production Efficiency Club of Indonesian Industries) yang merupakan wadah bagi alumni program EU untuk terus berinteraksi, wadah ini juga terbuka bagi industry yang lain.

Download SEMINAR_IMPACT_OF_CURRENT_GLOBAL_ISSUES_TO_BUSINESS_SECTOR.pdf