Pusat Studi Linkungan Ubaya

Detail 'Tahukah Anda?'

Banjir dan Perubahan Iklim

Senin, 21 Pebruari 2011

PSL UBAYA:

Beberapa dekade terakhir ini kita sering sekali
mendengar tentang terjadinya banjir besar di
berbagai penjuru dunia. Namun tahukah Anda akan
beberapa fakta yang semakin memperkuat bukti
adanya keterkaitan yang kuat antara terjadinya
banjir besar ini dengan fenomena perubahan
iklim?

Selama abad ke-20, kerugian ekonomi akibat
bencana-bencana yang berkaitan dengan perubahan
iklim sudah mencapai tiga kali lipat lebih besar
daripada bencana-bencana geofisik seperti gempa
bumi, tanah longsor, dan sebagainya, dan telah
menimbulkan korban 55 kali lebih banyak. Antara
tahun 2000-2004 saja, rata-rata 326 bencana yang
berkaitan dengan iklim telah dilaporkan setiap
tahunnya dan mengenai kurang lebih 262 juta
orang setiap tahunnya – lebih dari dua kali
lipat jumlah yang dilaporkan pada awal tahun
1980-an. Sebagian besar dari orang-orang yang
terkena dampak bencana iklim ini hidup di negara
yang sedang berkembang. Dalam kurun waktu
2000-2004 tersebut, rata-rata 1 dari 19 orang
yang tinggal di negara sedang berkembang terkena
bencana iklim.
Khusus untuk banjir, antara tahun 2000-2004,
banjir telah mengenai kehidupan:
 68 juta orang di Asia Timur
 40 juta orang di Asia Selatan
 2 juta orang di Sub-Sahara Afrika
Pada tahun 2007, badai monsoon telah membuat 3
juta orang di Cina, 14 juta orang di India dan 7
juta orang di Bangladesh kehilangan tempat
tinggalnya. Sementara itu, pada tahun yang sama,
kekeringan telah mengenai kehidupan 10 juta
orang di Sub-Sahara Afrika.
Di bagian dunia yang lain, musim topan/badai
Atlantik telah menjadi musim yang paling aktif
pada tahun 2005, di mana salah satunya yang
sangat terkenal ada Badai Katrina, dan masih ada
27 lagi kekacauan yang diakibatkan oleh badai di
seluruh Amerika Tengah dan Karibia, yang memakan
korban lebih dari 1600 jiwa meninggal.

Beberapa dampak di atas telah menunjukkan
bagaimana perubahan iklim dapat mengancam
kehidupan dan meningkatkan angka kemiskinan.
Peningkatan suhu dan masa kekeringan akan
melumpuhkan panen di berbagai bagian dunia.
Perubahan iklim di masa mendatang juga
diperkirakan akan membawa hampir 50 juta orang
ke dalam bahaya kelaparan pada tahun 2020.
Semakin menipisnya persediaan air tawar untuk
air minum maupun pertanian juga akan
mempengaruhi bermilyar-milyar orang. Oleh karena
itu, mari kita bersama-sama berusaha untuk
mengurangi efek perubahan iklim ini mulai dari
hal-hal yang kecil sekalipun (misalnya menghemat
pemakaian air bersih dan listrik, dan
sebagainya). Source: UNDP - Bureau for Crisis
Prevention and Recovery
Download Banjir_dan_Perubahan_Iklim.pdf